Rabu, 20 April 2016

Surat Untuk IBU



Ayah, Ibu…anakmu ini jawara soal menahan gengsi dan rindu. Dalam pertanyaan "apa kabar? Atau "hai bu" terselip rinduku ke ibu.. •
Mungkin sempat terbesit di benak ibu mengapa tak pernah mendengar kata rindu dariku. Atau bahkan sekedar ungkapan sayang.
• Entah mengapa ucapan manis itu sungguh berat untuk dikatakan. Pada akhirnya hanya pernyataan ingin pulang yang mewakili perasaan kangen itu. Terkadang sekadar pertanyaan sehatkah ibu juga sudah menjadi kalimat pengganti kata rindu. •
Berbeda dengan teman,dimana kata kangen itu dapat dengan mudah terucap tanpa beban.. •
Terkadang akupun iri melihat mereka yang dengan lepasnya memeluk ibunya. Tak segan bilang sayang dan dengan romantisnya memberi bunga. •
Hubunganku denganmu mungkin tak sehangat itu ya bu? Tapi, kehangatan itu menjelma dalam bentuk lain. Kehangatan terasa ketika ibu begitu mengkhawatirkan kesehatanku, dan mengingatkanku yang kerap melewatkan waktu sarapan.. •
Mungkin kalau dipikir-pikir ini terdengar lucu ya bu. Dulu saat kita dekat, kita sering berdebat.
•Yaa, itu karena kita berdua punya pandangan yang berbeda tentang masa depan..
•Aku yang ingin melepas lajang setelah kesuksesan di tangan, tentu bertentangan dengan ibu yang dengan tulus ikhlas mendedikasikan hidupnya untuk keluarga. Mengorbankan mimpimu, menepikan egomu, yang semata atas nama profesi paling mulia, yakni menjadi ibu rumah tangga..
• Kelak,jika impian itu sudah terpenuhi, aku ingin seperti ibu.. •
Bu,bisa jadi alasan mengapa aku sulit berucap rindu, semata karena aku ingin membahagiakan ibu bukan dengan sekedar ucapan.. •
Aku ingin membahagiakanmu dengan tindakan. Meski ucapan rindu juga diperlukan sebagai bukti sayang. Aku sadar bahwa agenda untuk membahagiakanmu selalu kalah dengan segudang impian yang sudah kurencanakan.. •
ayah, ibu…meski ucapan sayang dan rindu itu sulit untuk ku ucapkan, setidaknya mendoakanmu menjadi agenda wajibku selepas shalat..
•Hanya doa yang mampu kubingkiskan untukmu. Semoga ibu sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan-Nya.. aamiin • •

Salam dari Putri sulung sang Rantau.. (Sri Sumyati)•
Untuk Ayah dan ibu, dari putri Sulungmu yang sulit bilang rindu..
@sumyati_putri
Top of Form


Rabu, 06 April 2016

Cinta Dan Dakwah


(Kutipan)

Diserambi jeda kini aku berada

Termenung termangau, tapi bukan pertanda kalau hati ini telah membeku,

Aku termenung akan arti cinta yang telah tertafsir

Tertafsirlah cinta sebagai islam yang kiniku peluk

Aku termangau saat mampu mencintai sang pemilik cinta,

Dengan sungguh hati, Begitu bulat aku yakini,

Begitu pejal aku percayai, bahwa cinta tak hanya kata semata

Tapi cinta butuh pembuktian

Buktikan bersama peluh perjuangan

Buktikan dengan aliran darah pengorbanan

semerbakkan wewangi cinta itu, sampai diseluruh serambi bumi,

Menggaung diseluruh pelosok negeri,

Semerbakkan hanya dengan dakwah...



Cinta hadir bukan untuk memiliki, tapi cinta ada untuk dimiliki

Cinta hadir bukan karena ia membutuhkan, tapi cinta hadir karena ia dibutuhkan...

Cinta hadir bukan untuk diam,

Tapi cinta hadir untuk bergejolak dihati para perindu surga,

Bergejolak dan mendesak agar pesonanya nan menawan,

Segera tersebar rata,

Maka sahabatkanlah CINTA dan DAKWAH.

Menawan Dakwah karena Cinta,

Tersebar Cinta kerena Dakwah...

sungguh indah...

"Begitulah cinta, begitulah dakwah"



Dakwah adalah setinggi-tinggi pembuktian cinta,

Dakwah bukanlah perjuangan liar,

Dakwah bukanlah pembuktian cinta nafsu durjana...

Boleh berjuang, silahkan mengukir jejak dakwah.

Tapi ada bingkai syara' yang membatasi

Hati tak boleh berlari, melompat, kesana, kesini.

Hati harus tetap terikat pada sabda2 ilahi.

Tetap harus tertumpu pada pesan-pesan sang Nabi,

Agar semuanya indah, biar semuanya barakah...



#keep_istiqamah

Kamis, 31 Maret 2016

Untuk Para Pengemban Dakwah



Bismillah…
Untukmu para pengemban amanah dakwah…
Yang terus berjuang tanpa lelah…
Karena cintaNya padmu, Ia percayakan amanah langit dibahumu,
Karena sayangNya padamu Ia pilihkan jalan ini untukmu,
Pernahkah kau bertanya mengapa Ia memilihmu ?
Karena Allah Mencintaimu,
“Sesungguhnya orang2 mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RosulNya. Kemudian mereka tidak ragu2 berjihad dengan harta dan jiwanya dijalan Allah. Merekan itulah orang2 yang benar (Al Hujurat 15)”.

Saudaraku…
Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian dan keramaian,
Allah memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan,
Allah melatih ketegaran dalam Kesakitan,

Tetaplah Istiqamah…
Sertakan Allah dalam setiap langkah,
Hati yang siap memikul amanah adalah hati yang kuat, teguh dan tulus.
Tak berharap apapun tapi sanggup memberi dengan apapun.
Sebab hanya dari Allah berharap balasan.
Jangan meminta dikurangi bebanmu, tapi mintalah pungung yang kuat agar kuat membawanya,

Saudaraku…
Berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran, sepahit dan sesulit apapun…
Bersatulah dalam jama’ah sebenci dan sekecewa apapun,
Karena berjamaah lebih baik dari pada sendirian..
Bangkitlah ketika jatuh dan jangan menyerah,
Sampaikanlah dakwah setiap saat, agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki…

Saudaraku…
Memang tak mudah bertahan disebuah jalan bernama dakwah ini,
Maka berbahagialah, Allah masih memberi kita kesempatan untuk merasakan indahnya Jalan ini,
Karena pada hakikatnya, bukan dakwah yang membtuhkan kita, tapi kita yang membutuhkan dakwah,

LELAH…?
Itu pasti,
Bahkan para sahabat Rosulpun merasakannya…
Mereka bertanya, “ya.. Rosul kapankah kita beristirahat dari semua ini ?”
Jawab Rosul, “Ketika kelak kaki kita, telah menapk disurgaNya”
“…Maukah kamu bersabar ? Dan Tuhanmu Maha melihat ? (Q.S. 25:24)

Saudaraku…
Kita patut bersyukur, karena Allah memberi kita kesemptan berjuang dijalan ini…
Karena kita adalah salah satu diantara orang2 pilihanNya…

Kawan…
Tangis, Tawa
Semangat dan Lelah
Duka, bahagia,,,
Pasti kelak akan menghiasi perjalanan kita…
bulatkan tekat, kuatkan Azzam diri…
semoga Allah senantiasa memberikan keistiqomhan pada kita, ada dijalan ini…
Jalan cinta para pejuang, sampai kelak Allah mengizinkan kita menapaki surgaNya.